tondok toraya
tumarantan tondok toraya mala’bi’
mambela tongan mooo …
moi kumambela tongan mooo ….inang tontong kuingaran …tu tondok toraya mala’bil
Latest Entries »
Nederland or Holland … mendengar kata itu mungkin kita akan teringat dengan legenda sepak bola Johan Cruyif, Ruud Gullit, atau dengan van Persie. Total Football memang telah menjadi identik dengan Nederland.
Namun tidak hanya itu, ternyata Nederland adalah sebuah negara kecil yang telah menjelma menjadi sebuah negara dengan peranan besar di Eropa dan di dunia, hanya melalui berbagai inovasi yang mereka ciptakan.
Bagi saya, yang paling mencengangkan adalah bagaimana Nederland berhadapan dengan air. Nederland yang terkenal itu ternyata berarti tanah yang rendah, bahkan lebih rendah dari permukaan laut. Namun itu tidak menjadi halangan bagi mereka. Nederlands yang tadinya berada dibawah permukaan laut, kini menjelma menjadi tanah yang subur dan menghasilkan eksport yang luar biasa untuk negara itu.
Schiphol Airport
Siapa yang menyangka bahwa salah satu bandara terkenal di Eropa yaitu Schiphol international airport adalah dulunya sebuah danau ? Itu semua bisa terjadi karena innovation yang dilakukan oleh orang Nederland – atau the Dutch, seperti biasa disebut di media.
Berikut sedikit kutipan dari WikiPedia
Before 1852, the Haarlemmermeer polder in which the airport lies was a large lake, in the shallow waters of which sudden violent storms could claim many ships. This was the main reason for reclaiming it. In English, Schiphol translates to ‘Ship Hole’, a reference to the number of ships lost in the area.
Apakah anda mengetahui bahwa ada banyak ruas sungai di Nederland yang lebih tinggi dari jalan raya ?
Bendungan yang membelah lautan
Orang Belanda memang tidak mati akal, walaupun negaranya kecil, tetap dapat dimanfaatkan secara maksimal. Salah satunya adalah memanfaatkan laut untuk membuat bendungan.
Dam tersebut bukan hanya digunakan untuk membendung air tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai jalur transportasi.
Wow … sangat fantastik. The Dutch can always change the problems into opportunities, Itulah yang saya bisa ungkapkan untuk orang-orang Belanda yang sangat innovative.
Pengendalian Banjir di Belanda (Flood Control in Nederland)
Satu hal yang sungguh mencengangkan adalah bahwa sebagian besar daratan di Belanda ternyata sangat rentan terhadap banjir. Sebagian karena wilayahnya berada dibawah permukaan laut, dan sebagian lagi karena berada dipinggir sungai Reine.
Gambar dibawah ini diambil dari wikipedia, warna biru menunjukkan wilayah yang rawan banjir sementara yang merah menunjukkan wilayah yang aman banjir.
Sepanjang hari ada sejumlah pompa yang bekerja untuk menjamin bahwa wilayah Belanda tidak tergenang air. Sungguh inovasi yang luar biasa. Jakarta aja yang banjirnya hanya sekali setahun, masih belum mampu melakukan tindakan pencegahan yang cukup berarti.

Daerah Rawan Banjir di Belanda
Source : http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/d/d3/Netherlandsbelowsea.png
Bagaimana orang Belanda mengelola air yang selalu berada disekitar mereka ? Gambar dibawah ini akan menjelaskan dengan lebih detail.
Belanda memang negeri yang penuh tantangan, tetapi orang Belanda berhasil membuktikan bahwa tantangan bisa diubah menjadi kesempatan dan mengambil manfaat dari tantangan itu.
Ada banyak hal yang membuat saya sangat kagum dengan orang Belanda. Salah satunya adalah mereka bisa mengubah hal-hal yang merugikan menjadi menguntungkan. Salah satunya adalah angin.
Kalau anda tertarik untuk belajar teknologi dan pemanfaatannya untuk kebutuhan manusia di masa mendatang, anda bisa masuk ke Management of Technology Master Program dari TU Delft.
Negeri Belanda terletak di dataran rendah sehingga angin kencang sering bertiup dan ini membuat aktivitas kadang terganggu. Namun orang Belanda tidak tinggal diam, mereka berusaha sekuat tenaga untuk menciptakan alat yang bisa memanfaatkan energi angin. Maka terciptalah kincir angin atau windmolen.
Sebelum revolusi industri, banyak kincir angin yang digunakan sebagai pemompa air, pengirik gandum, dan sebagainya. Sekarang ini kincir angin banyak digunakan untuk menghasilkan energi listrik.
Tentunya listrik dari energi angin ini sangat bagus karena tidak mengeluarkan karbon seperti pada pembangkit batubara dan minyak.
Salah satu provinsi yang paling banyak memproduksi energi dari kincir angin adalah Flevoland. Disana ada 594 kincir angin yang dapat memproduksi 614 Megawatt energi dan menjadi penyumbang 22% dari total Energi angin yang dihasilkan oleh negeri ini. Suatu angka yang cukup fantastis.
Pada tahun 2020, Belanda menargetkan untuk memproduksi 6600 MW energi dari angin. Wow … sangat menarik, mengingat sekarang ini sumber energi dari minyak bumi semakin mahal dan efeknya terhadap pemanasan global juga perlu dikurangi.
Go Green … Go WindMolen … !
http://www.rijksbouwmeester.nl/cra/publicaties/_pdf/WindmolensHebbenLandschappelijkVerhaalNodig.pdf
Orang Belanda memang terkenal sebagai pelaut ulung. Ini bisa kita saksikan dari sejarah dan juga dari film Pirates of The Caribbean.
Sejak abad ke 16, orang Belanda sudah bisa menjelajah samudera dan sampai ke berbagai benua.
Dalam abad modern ini, keunggulan Belanda dibidang teknologi kapal laut dan peralatan tempur masih terus dikembangkan. Beberapa contoh hasil nyata adalah dibuatnya beberapa korvet atau kapal perang untuk TNI Angkatan Laut Republik Indonesia.
Beberapa Kapal Perang Republik Indonesia yang dibangun di Belanda :
KRI Diponegoro
KRI Hasanuddin
KRI Sultan Iskandar Muda
KRI Frans Kaisiepo
Semua jenis kapal diatas sekarang sudah digunakan oleh TNI AL dalam menjaga wilayah laut Indonesia yang begitu luas.
Persenjataan
Torpedo
KRI Frans Kaisiepo dilengkapi dengan torpedo3A 244S Mode II/MU 90 yang dilengkapi dengan 2 peluncur torpedo tipe B515.[2]
Peluru kendali
Dipasang dua tipe rudal di atas kapal ini, yaitu:
- Peluru kendali anti kapal: MBDA Exocet varian terbaru MM40 block 2 yang mampu menjangkau target berjarak 180 km.
- Peluru kendali darat ke udara: MBDA Mistral versi terbaru TETRAL. Mistral adalah sistem rudal pertahanan udara jarak sangat pendek, yang dapat digunakan dari berbagai platform, bisa dari kendaraan di darat, kapal, helikopter, bahkan dengan konfigurasi jinjing ala Stinger.[2]
Meriam
Meriam utama di posisi A dipasang Oto-Melara 76 mm buatan Italia. Sedangkan kanon ringan tambahan pada posisi B dipasang Auxiliary Gun 2 x 20 mm Vector G12.[2]
Persenjataan elektronik
- Sistem manajemen tempur Thales TACTICOS buatan Thales, sebuah perusahan hi-tech Belanda, spesialis dalam bidang disain dan produksi sistem integral untuk komando dan kontrol, sensor dan komunikasi. Sistem ini dikenal dengan nama Combat Management System (CMS). Keunggulan teknologi yang dikembangkan Thales kini menjadi standar pertahanan NATO
- Data Link: LINK Y Mk2 datalink system
- Komunikasi elektronik: Thales/Signaal FOCON
- Sistem Pengumpan: TERMA SKWS
- Platform integrasi utama: Imtech UniMACs 3000 Integrated Bridge System
Source : http://id.wikipedia.org/wiki/KRI_Frans_Kaisiepo_(368)
Siapakah Frans Kaisiepo ?
Frans Kaisiepo, pahlawan nasional kelahiran Wardo, Biak Barat. Pernah jadi Gubernur Papua pada periode 1964-1973, Frans Kaisiepo merupakan wakil Papua pada Konferensi Malino tahun 1946 mengenai pembentukan Republik Indonesia Serikat (RIS) mewakili Papua. Frans Kaisiepo pulalah yang pertama kali mengusulkan pengunaan nama “Irian” sebagai pengganti “Papua”, meski belakangan dikembalikan ke nama semula.
Source : http://wisata.kompasiana.com/2009/12/23/bandara-frans-kaisiepo-pernah-jadi-bandara-internasional/
Beberapa hari ini ada berita tentang Bali tepatnya munculnya Film Gigolo Kuta yang berjudul Cowboys in Paradise. Kasus ini menjadi cukup heboh dan cukup mengherankan karena mendapat koment dari sejumlah pejabat dan orang-orang penting.
Gara-gara film ini, telah dilakukan rasia terhadap orang-orang yang diduga sebagai gigolo di Bali. Sungguh aneh. Apakah ini bukannya memperlihatkan kemunafikan dari pihak-pihak tertentu ?
Saya sudah sering mendengar dari kawan-kawan tentang adanya gigolo di Pantai Kuta Bali, tetapi tidak terlalu tertarik. Namun dengan adanya rasia terhadap gigolo, sepertinya makin memperjelas bahwa benar-benar disana ada gigolo.
So what kalo ada gigolo di Pantai Kuta ? kenapa mereka harus dirasia ? Dari sisi agama memang dilarang, tapi apakah rasia cukup mempan ? Hendaknya kita jangan munafik, kalau mereka memang ada tentunya apa yang mereka lakukan adalah karena adanya perasaan suka sama suka tidak ada unsur paksaan. Dan tidak ada pihak yang merasa dirugikan secara langsung.
Bandingkan dengan orang orang para koruptor yang mencuri duit dari negara dengan dan masih berlagak tidak bersalah ? Negeri ini memang aneh. Negeri ini memang selalu mengherankan.
Bali has been recognized as the best places for tourism in Indonesia.
But there are a lot of tourist attraction and objects there.
If you have limited times, then here is the list of the best places you should visit :
1. Kuta Beach

Kuta, Bali
2. Pura Besakih

Pura Besakih, Bali
3.Tanah Lot
Kabupaten Tana Toraja adalah kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini adalah Makale. Sebelum pemekaran, kabupaten ini memiliki luas wilayah 1.990 km² dan berpenduduk sebanyak 248.607 jiwa (2007).
Suku Toraja yang mendiami daerah pegunungan dan mempertahankan gaya hidup yang khas dan masih menunjukkan gaya hidup Austronesia yang asli dan mirip dengan budayaNias. Daerah ini merupakan salah satu obyek wisata di Sulawesi Selatan.
Kebanyakan masyarakat Toraja hidup sebagai petani.Komoditi andalan dari daerah Toraja adalah sayur-sayuran,kopi, cengkeh, cokelat, dan vanili.
Perkenonomian di Tana Toraja digerakkan oleh 6 pasar tradisional dengan sistem perputaran setiap 6 hari. Ketujuh pasar yang ada ialah:
- Pasar Makale
- Pasar Rantepao
- Pasar Ge’tengan
- Pasar Sangalla’
- Pasar Rembon
- Pasar Salubarani
Liburan ke Pulau Seribu Jakarta
Batavia sangat identik dengan perdagangan, tentunya tidaklah mengherankan. Pada awalnya kota ini didesain dan dibangun oleh Belanda sebagai pusat perdagangan di Asia Tenggara.
Orang Belanda tentunya sudah memperhitungkan dengan cermat, bagaimana kota ini nantinya berkembang dan apa yang harus dilakukan seiring dengan perkembangan kota.
Salah satu bukti nyata adalah dibangunnya pelabuhan yang cukup untuk menampung banyak kapal-kapal lintas benua pada abad ke 17.
Bukti lain adalah dibangunnya kanal yang menjadi penyangga kota Batavia dari ancaman banjir.
Selain itu jalan-jalan yang dibangun di kota Batavia juga lebar-lebar sehingga cukup untuk kebutuhan sampai ratusan tahun setelah Belanda menduduki kota ini.
Namun sayangnya setelah Indonesia merdeka, perencanaan seperti itu tidak ada lagi. Kota Batavia yang sekarang dikenal dengan Jakarta, berkembang tanpa arah dan tanpa tujuan. Kemerdekaan telah diartikan salah oleh penduduknya bahkan oleh Pemerintahnya. Tidak ada kejelasan mengenai visi dan misi dari kota Batavia ini.
Saat ini yang terlihat adalah kota ini menjadi sangat padat, penuh dengan kemiskinan, penuh dengan kejahatan, penuh dengan kemacetan, banjir sering terjadi, dan polusi udara sudah melebihi ambang batas.
Apakah kota ini masih bisa bertahan untuk 50 tahun mendatang ? Menurut analisa saya sepertinya tidak akan. Kalaupun kota ini bisa bertahan sampai 50 tahun kedepan, tentunya kota ini akan menjadi sangat tidak nyaman jika tidak ada perubahan yang cukup berarti dari kebijakan pemerintahnya.













